"Aku pikir penantian panjang ini tidak akan ada akhirnya, dan aku salah. Hari ini aku katakan pada semua orang terutama kamu bahwa aku berhenti. Menanti ketidak pastian yang orang bilang sangat menyakitkan, dan benar saja. Aku merasakannya."
Jawaban dari ending "Pelangi di Pelataran Yogyakarta" sudah ada, tunggu apa lagi ? ^^
Tampilkan postingan dengan label behind the??. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label behind the??. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 Januari 2013
Jawaban SUdah Ada
Minggu, 01 April 2012
Part of "pelangi di pelataran yogyakarta"
Pelangi pernah menyatukan cintaSebongkah pelangi kutitipkan untuknyaSekejap tak ada pelangi diantara cintaTerhalang hujan yang penuh asaSekian menit aku mengaguminyaBerharap hujan segera sirnaSekian menit aku mencercaMenatap pelangi tak kunjung senjaIngin rasanya aku berlari menembus hujanaku berperang menantang hujanMembentak untuk berhentiBerharap hanya untuk saat iniAku hanya terpakuTerbungkam oleh suara hujan yang menggebuHanya menunggu waktuBerharap ada kata satu
Selasa, 13 Maret 2012
behind " pelangi di pelataran Yogyakarta"
Hmmmm…
Seharusnya ini udah selesai satu bulan yang lalu. Tapi berhubung rutinitas kuliah dan UTS sudah didepan mata terpaksa lembaran-lembaran ide pun dikumpulin dulu, mulai dari fasilitas hp yang bisa nyimpen catatan sampe lembaran tissue bekas keringat jadi sasaran tempat nuang ide yang lewat. Hasil dari ide-ide udah jadi 10 lembar, Alhamdulillah :)
Ide awal penulisan ini dari status yang pernah saya buat di FACEBOOK beberapa waktu lalu “Aku selalu bisa melihat pelangi dari Setoples pelangi pemberianmu :)"
Latar belakangnya saya sengaja mengangkat kota Yogyakarta. Sesuai judul yang sudah saya gembar-gemborkan ini tentang “Pelangi di Pelataran Yogyakarta”. Emang nggak bisa jauh-jauh dari hujan dan pelangi :)
Tema yang diusung kali ini masih bisa tercium pelangi-pelanginya juga, lengkap dengan hujan atau seperti yang pernah saya katakan ditulisan sebelumnya kalau gerimis romantis. Kayanya nggak lengkap kalau kedua komponen itu nggak ada. Buat saya pelangi dan hujan itu punya chemistery buat berhubungan :)
Balik lagi ketulisan yang belum rampung-rampung ini, saya cukup bingung mau endingnya gimana. Klimaksnya aja belum dapet. Niat awalnya begini tapi ketika ide lain muncul si tangan dengan cepat pula mem- backspace secepat mungkin. Kalau ditanya soal konsep ?(kayak mau nulis buku aja ^^). Jelas saya sudah punya konsep dari pembukaan, isi, masalah, dan ending dari pemecahan masalah. Tapi yaa itu tadi, ide itu seperti hati yang setiap saat bisa berubah, seperti pelangi yang adakalanya memudar, seperti hujan pula yang nggak bisa dikendalikan intensitasnya. Selalu berubah-ubah. Tergantung perasaan.
Pelangi di Pelataran Yogyakarta itu Pelangi yang pernah mempersatukan rasa Sila, serta tentang cinta lama yang dipertemukan karena kecintaan mereka dengan sastra. Dimana hanya kata-perkata yang dapat mengungkap semua perasaan antara Sila dan seseorang dimasa lalunya. Ketika hujan yang rasakan itu sama, ketika pelangi yang terlihat itu sama tapi tidak dengan waktu dan tidak pula dengan cinta. Apa yang dapat diperbuat ketika waktu tak memihak?? #sedikitdidramatisir
Berharap bisa cepat saya selesaiin tulisannya, soalnya saya sendiri penasaran sama endingnya :)
Good luck :)
Langganan:
Postingan (Atom)