Tampilkan postingan dengan label SURAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SURAT. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Agustus 2012

Surat


Setelah sekian lama kita tidak bertemu, pada senja ini kita dipertemukan dalam lingkaran waktu dan tempat yang sama di bulan Ramadhan . Aku berfikir waktu kali ini berpihak padaku. Setidaknya untuk saat ini. Dan aku bahagia. Melihat senyummu yang ku bilang senyum paling tengil yang tak pernah aku temukan pada senyum-senyum orang yang pernah aku temui. Senyum yang mampu membuat gunung es dihati ini seketika mencair. Senyum yang sekian lamanya tak kutemui.

Tahukah kamu Saat mendengar namamu, hatiku ini begitu hebat bergetar dengan frekuensi tak menentu . Tahukah kamu saat mendengar derap langkahmu di belakangku aku ingin segera berbalik dan menatap mata yang dulu pernah menatapku dengan bahagia. Menjabat tanganmu yang dulu pernah menggenggam tangan ini, membuat ujung-ujung jariku mendingin. Dan aku senang bisa memastikan kamu baik-baik saja, sedang tersenyum dihadapanku. Bisakah kamu walaupun hanya satu atau dua detik menatap mataku dalam? Lihatlah seberapa besar posisimu di dalam hatiku.^^ 

Surat


Ini bukan pertama kalinya surat yang aku tulis untukmu. Surat ini hanya akan berakhir sama seperti surat-surat lainnya yang menjadi penghuni tetap di laci meja kamarku . Surat yang entah keseratus, dua ratus atau bahkan surat keseribu yang aku tulis untukmu.

Waktu akan berlari secepat mungkin saat kita mencoba menghabiskannya dengan hati yang riang. Waktu memiliki sayap yang bergerak cepat, meninggalkan hari ini menjadi kemarin, menjadikan esok menjadi hari ini. Dan aku masih menjadi orang yang sama dengan cinta yang masih sama. Begitu pula cara ku mencintaimu yang tak pernah berubah. Sesederhana pohon yang sepenuh hati menjaga daun-daunnya.

Dan kamu adalah lelaki sederhana yang membuat semua hal kecil menjadi istimewa. Itulah yang membuatmu istimewa. Dan itu pulalah yang membuatku menyesal  tak mengatakan apa-apa padamu sampai saat ini, tentang sebuah kotak kenyamanan yang telah ku simpan di hati ini sekian ribu hari.
Ketika waktu itu datang. Dimana aku harus mengatakan hal ini. Aku harap dapat mengatakannya sehingga kamu dengan mudah mengerti maksudku. Karena selama senja masih jingga, aku tak ragu kita bisa bersama. ^^