"mau kemana lagi ?"
"pombensin"
"ngapain?"
"ngisi air galon"
"emangnya ada?"(bego)
"menurut lo ?"
"gak ada dech kayanya"(tetep bego)
"zzzzZ...."
"hmm, galonnya mana?"(makin bego)
"astagfir..... sabar banget gw ngadapin temen kaya lo"
"kenapa?"(bego menjadi-jadi)
"gak papa"
"loh , kok gak papa. Tadi katanya lo sabar".
"aaarrggh ... Cepetan naik, ntar pombensinnya tutup"
"emang tutup jam berapa?"
"HELOOOWW.. bisa diam gak sih lo !"
"kenapa diam. gw kan nanya"
"iya tapi jawaban lo ngalahin soal statistik gw"
"emang soalnya kenapa"
"soalnya gak sesulit pertanyaan lo !"
"ooo gitu"(bengong & binggung sendiri)
"eh tadi lo bilang mau kepombensin, disana buat ngisi minyak kan?"(baru nyadar)
"hehe(senyum terpaksa, kebayang kan lo) iya kita ngisi bensin motor ini, ngerti kan lo sekarang"
"hmm, lo sih ngomongnya gak jelas"
"heh ? Sebenernya gw yg salah apa dia sich(ngedumel pelan-pelan)
" ............. "
*
"eh uda nyampe, gw turun ga?"
"y iyalah, ga mungkin lo duduk manis disini"
"eh tu bapak ngapain ngeliatin kita"(sedikit berbisik)
"bapak yg mana?"
"itu pemilik mobil sedan hitam disamping kita"
"masi muda kali, bukan bapak-bapak"
"ah sama aja ntar juga jadi bapak-bapak "
"iy tapi sekarang itu masih muda"
"eh liat deh matanya itu ngeliatin kaya apa aja"
"iy y, pengen gw semprot pake minyak dari tu nozzle"
"emang mas tukang minyak mau pinjamin nozzlenya?"(balik lagi begonya)
"menurut lo?"
"hmm,, gak deh kayanya"
"ya iya lah ,aaargh"
"terus ?"
"terus apanya?"
"tu bapak mau diapain"
"dipelototin aja !"
"hah?? Dicuekin aja kali ya"
"iya maksud gw juga gitu duduul"
"hmm,, dasar BUAYA PRIMITIF"
"hahahahaha, tumben lo nyambung soal yg buaya-buaya gini"
"hehehe, gw kan gak bego"(pasang senyum bangga)
"iya kalo gak bego obrolan kita tadi kemana aja lo?"
"gw kan dari tadi di deket lo?(kan, tetep aja bego). Eh, ayo maju lo antrian didepan uda gak ada orang tuh"
"ni gw juga uda mau maju kaleeee"
"eh, buaya primitif dah pergi noh"
*petugas spbu mencabut nozzle dari inlet motor*
"iya kita juga harus pergi"
"udah selesai?"
"udaaa, yuuk naik"
"mau kemana lagi?"
"pulaaang !"
"iy, gw juga mau pulang. Capeee nih"
"gw lebih capeee dari lo"
"kenapa?"
"pikir aja sendiri".
"gw lagi males mikir"
"aaaaaargh bunuh aja guaaaa"
"hahahahahahhahah"
* idenya karna ada buaya primitif dipombensin *hihihi
jambi, 09 maret 2011
15.35 WIB
Tampilkan postingan dengan label GAB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GAB. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Maret 2011
Minggu, 06 Maret 2011
LELUCON TAPI TOLOL
"hahahaha, apa yg kau lakukan itu terlalu tolol"
"tolol katamu? Bagian mana yg bisa kau sebut tolol"
"hahahaha, aku tidak bisa berhenti tertawa, itu benar-benar tolol"
"Ini bukan lelucon yg bisa kau tertawakan atau apalah itu yg kau sebut tolol"
"kau marah?hahaha"
"marah? Kenapa marah? Berhentilah tertawa"
"itu kau marah, kau tidak merasakannya?"
"ku pikir tidak ada yg perlu ku rasakan"
"yah, terasa tolol kau melakukannya. Buat apa?"
"terasa tolol? Buat apa? Hey, Apa itu sebuah pernyataan dan pertanyaan?"
"kau tidak mau menjawabnya? Ya sudahlah"
"ku rasa itu hal yg tak perlu kujawab, bukankah kau sendiri mengerti"
"ya aku mengerti kau begitu tolol, hahaha"
"sudah ku bilang ini bukan lelucon yg bisa kau jadikan bahan tertawaan!"
"lalu?"
"aku hanya ingin dia mengerti dengan apa yg kulakukan dan yg kulakukan itu bukan lelucon"
"kalau bukan lelucon lalu apa?"
" hmmmm....."
"kenapa cuma hmmm, kau sendiri bingung bukan? Hahaha tolol"
"hey, tidak adakah kata lain selain tolol dan hahaha mu itu!"
"kau marah lagi? haha"
"aku tidak marah dan aku tidak tolol !"
"lalu apa ?"
"dan tidak kah ada kata lain selain lalu apa ?"
"hahahaha..."
"hmmm, aku cuma ingin tau apa yg jadi mauku lewat hal-hal tolol itu, tap..."
"tuhkan kau sendiri bilang yg kau lakukan itu hal-hal tolol, haha"
"itu karna hanya kata-kata tolol yg kudengar daritadi. Dan jangan memotong pembicaraanku lagi"
"ok baiklah tolol, ups hahaha. Tadi itu tap apa?"
"bukan tap, tapi tapi"
"hah? Tapi tapi? Apa?"
"maksudku tapi, ah aku akan benar-benar tolol berbicara denganmu"
"haha, ok tapi apa?"
"tapi aku tidak yakin apa dia mengerti maksudku"
"kau ragu dengannya?"
"aku tidak meragukannya, tapi ragu apa dia mengerti maksudku"
"yah itulah maksudku, haha. Kalau dia tidak tolol dia pasti mengerti"
"kalau dia tolol?"
"hahaha, kau juga ragu apa dia tolol atau tidak"
"hahahahahahaha, entahlah"
"haha, kau tertawa juga kan. Dan satu lagi, kalau dia tidak menganggap ini lelucon pasti dia mengerti"
"ini bukan lelucon!"
"iya aku tau, tapi kan itu katamu. Bagaimana dengan dia? Ya kan"
"hmm, iya kau benar"
"eh tu sms dihp mu"
"......."
"dasar tolol! siapa?"
"siapa yg tolol ?"
"kamu! Tolol karna sms"
"tolol kenapa?"
"tertawa cuma ngeliat sms, hahaha"
"aku tidak tertawa"
"lalu?"
"aku tersenyum"
"kenapa tersenyum? Dia sms apa?"
"karna kata dia kalau aku tersenyum aku makin cantik,haha. Dia sms apa biar aku, dia dan Tuhan yg tau"
"hahaha, jadi karna itu kau tersenyum?
" iya, kenapa?"
"haha, itu hanya rayuannya saat kau merajuk bukan? Aku pasti tidak salah tebak"
"sok tau kamu, huuh"
"lalu ?"
"lalu apa lagi ?"
"itu lelucon yg kau lakukan"
"sudah kubilang itu bukan lelucon!"
"iya bukan lelucon dan juga tidak tolol kan?"
"iya (sambil tersenyum)"
"jangan tersenyum lagi"
"kenapa?"
"karna kau terlihat tolol"
"aku tidak mengerti"
"apa yg tidak kau mengerti? Dia?"
"kata-kata tololmu!"
"haha, kenapa aku?"
"entahlah, apa aku memang tolol?"
"kau bertanya padaku?"
"menurutmu?"
"hahaha, sudahlah"
"dia diam"
"siapa yg diam?"
"dia"
"dia siapa?"
"helooow, ya dia yg daritadi kita bicarakan tolol! "
"hahaha, aku tolol ?"
"IYA, sekarang kau yg tolol"
"kenapa dia diam"
"terus kalo tidak diam?"
"ya melakukan hal tolol juga"
"seperti aku?"
"iya seperti kau yg tolol"
"haha, yg penting dia mengerti"
"mengerti katamu? Darimana kau tau? "
"aku tidak tolol jadi aku mengerti, haha"
"hahahahahahahaha, apa kau yakin?"
"tidak ada alasan untuk tidak yakin bukan?"
"ada"
"apa?"
"LELUCON DAN KETOLOLANMU, hahahaha"
"sudah aku katakan ini bukan lelucon dan aku tidak tolol"
"lalu?"
"lalu lalu dan lalu. Lalu apa lagi?"
"lalu kau hanya diam?"
"tidak ada yg perlu utarakan lagi bukan ?"
"tolol !"
"kenapa tolol lagi ?"
"tolol karna kau tidak pergi menjauh dari cermin ini dan berhenti berbicara denganku,hahahaha".
* hahahaha
terinspirasi karna ngeliat bayangan sendiri dicermin (efek bangun tidur langsung ngaca) juga lelucon 30sms masuk subuh-subuh
:p
jambi, 6 maret 2011
09.30WIB
"tolol katamu? Bagian mana yg bisa kau sebut tolol"
"hahahaha, aku tidak bisa berhenti tertawa, itu benar-benar tolol"
"Ini bukan lelucon yg bisa kau tertawakan atau apalah itu yg kau sebut tolol"
"kau marah?hahaha"
"marah? Kenapa marah? Berhentilah tertawa"
"itu kau marah, kau tidak merasakannya?"
"ku pikir tidak ada yg perlu ku rasakan"
"yah, terasa tolol kau melakukannya. Buat apa?"
"terasa tolol? Buat apa? Hey, Apa itu sebuah pernyataan dan pertanyaan?"
"kau tidak mau menjawabnya? Ya sudahlah"
"ku rasa itu hal yg tak perlu kujawab, bukankah kau sendiri mengerti"
"ya aku mengerti kau begitu tolol, hahaha"
"sudah ku bilang ini bukan lelucon yg bisa kau jadikan bahan tertawaan!"
"lalu?"
"aku hanya ingin dia mengerti dengan apa yg kulakukan dan yg kulakukan itu bukan lelucon"
"kalau bukan lelucon lalu apa?"
" hmmmm....."
"kenapa cuma hmmm, kau sendiri bingung bukan? Hahaha tolol"
"hey, tidak adakah kata lain selain tolol dan hahaha mu itu!"
"kau marah lagi? haha"
"aku tidak marah dan aku tidak tolol !"
"lalu apa ?"
"dan tidak kah ada kata lain selain lalu apa ?"
"hahahaha..."
"hmmm, aku cuma ingin tau apa yg jadi mauku lewat hal-hal tolol itu, tap..."
"tuhkan kau sendiri bilang yg kau lakukan itu hal-hal tolol, haha"
"itu karna hanya kata-kata tolol yg kudengar daritadi. Dan jangan memotong pembicaraanku lagi"
"ok baiklah tolol, ups hahaha. Tadi itu tap apa?"
"bukan tap, tapi tapi"
"hah? Tapi tapi? Apa?"
"maksudku tapi, ah aku akan benar-benar tolol berbicara denganmu"
"haha, ok tapi apa?"
"tapi aku tidak yakin apa dia mengerti maksudku"
"kau ragu dengannya?"
"aku tidak meragukannya, tapi ragu apa dia mengerti maksudku"
"yah itulah maksudku, haha. Kalau dia tidak tolol dia pasti mengerti"
"kalau dia tolol?"
"hahaha, kau juga ragu apa dia tolol atau tidak"
"hahahahahahaha, entahlah"
"haha, kau tertawa juga kan. Dan satu lagi, kalau dia tidak menganggap ini lelucon pasti dia mengerti"
"ini bukan lelucon!"
"iya aku tau, tapi kan itu katamu. Bagaimana dengan dia? Ya kan"
"hmm, iya kau benar"
"eh tu sms dihp mu"
"......."
"dasar tolol! siapa?"
"siapa yg tolol ?"
"kamu! Tolol karna sms"
"tolol kenapa?"
"tertawa cuma ngeliat sms, hahaha"
"aku tidak tertawa"
"lalu?"
"aku tersenyum"
"kenapa tersenyum? Dia sms apa?"
"karna kata dia kalau aku tersenyum aku makin cantik,haha. Dia sms apa biar aku, dia dan Tuhan yg tau"
"hahaha, jadi karna itu kau tersenyum?
" iya, kenapa?"
"haha, itu hanya rayuannya saat kau merajuk bukan? Aku pasti tidak salah tebak"
"sok tau kamu, huuh"
"lalu ?"
"lalu apa lagi ?"
"itu lelucon yg kau lakukan"
"sudah kubilang itu bukan lelucon!"
"iya bukan lelucon dan juga tidak tolol kan?"
"iya (sambil tersenyum)"
"jangan tersenyum lagi"
"kenapa?"
"karna kau terlihat tolol"
"aku tidak mengerti"
"apa yg tidak kau mengerti? Dia?"
"kata-kata tololmu!"
"haha, kenapa aku?"
"entahlah, apa aku memang tolol?"
"kau bertanya padaku?"
"menurutmu?"
"hahaha, sudahlah"
"dia diam"
"siapa yg diam?"
"dia"
"dia siapa?"
"helooow, ya dia yg daritadi kita bicarakan tolol! "
"hahaha, aku tolol ?"
"IYA, sekarang kau yg tolol"
"kenapa dia diam"
"terus kalo tidak diam?"
"ya melakukan hal tolol juga"
"seperti aku?"
"iya seperti kau yg tolol"
"haha, yg penting dia mengerti"
"mengerti katamu? Darimana kau tau? "
"aku tidak tolol jadi aku mengerti, haha"
"hahahahahahahaha, apa kau yakin?"
"tidak ada alasan untuk tidak yakin bukan?"
"ada"
"apa?"
"LELUCON DAN KETOLOLANMU, hahahaha"
"sudah aku katakan ini bukan lelucon dan aku tidak tolol"
"lalu?"
"lalu lalu dan lalu. Lalu apa lagi?"
"lalu kau hanya diam?"
"tidak ada yg perlu utarakan lagi bukan ?"
"tolol !"
"kenapa tolol lagi ?"
"tolol karna kau tidak pergi menjauh dari cermin ini dan berhenti berbicara denganku,hahahaha".
* hahahaha
terinspirasi karna ngeliat bayangan sendiri dicermin (efek bangun tidur langsung ngaca) juga lelucon 30sms masuk subuh-subuh
:p
jambi, 6 maret 2011
09.30WIB
Kamis, 13 Januari 2011
KATA-KATA KU
Aku ingat, bahkan sangat mengingatnya saat kau mengatakan padaku
"aku tidak butuh kata-kata kamu,tapi aku butuh bukti".
Saat kau mengatakan itu tidakkah kau sadar bahwa kata-kataku bukan cuma sekedar kata-kata. Kata-kata ini adalah kata-kata tulus dari ku. Tapi entahlah,apa kau terlalu sering mendengar kata-kata omong kosong dari mereka atau bahkan kau yg mengeluarkan kata-kata omong kosong dari mulutmu.
Sebodoh itukah kau mengartikan kata-kataku itu?
Taukah kamu bagaimana penyair ataupun pujangga mengungkapkan yg mereka rasakan dengan kata-kata.
Aku berusaha melakukan apa yg menjadi kata-kataku, namun kau tidak pernah dapat memahami usaha dari kata-kataku itu. Ku coba merangkai kata demi kata menjadi kata-kata yg pantas untuk kau dengar,meskipun tidakkah kau tau saat itu akupun terpuruk. Kata-kataku mungkin kau anggap angin lalu hilang. Tapi aku terus meyakinkanmu bahwa kata-kataku bukan sekedar kata-kata biasa.
Dengarkan aku !
Kata-kataku bukan hanya kata-kata sesaat. Apa kau mendengarnya?
Aku rasa kau mendengarnya. Tapi tetap saja kau menganggap kata-kataku sama. Dengan kata-kataku aku mencoba tenangkanmu,sadarkanmu bahwa tidak semuanya diartikan dalam bentuk bukti.
Mungkin kau terlalu bosan mendengar kata-kataku. Aku bukan berkelit atau mencari seribu alasan dengan kata-kata yg aku ucapkan. Hanya saja kau tidak mengerti maksudku.
Sekali lagi harus aku katakan kau terlalu bodoh mengartikan kata-kataku !.
Kembali lagi aku yakinkan padamu kata-kataku bukan sekedar kata-kata,kali ini mataku ikut berbicara untuk meyakinkan kata-kataku. Tapi semua tetap tidak cukup, kau masih egois dengan kata-katamu.
"AKU TIDAK BUTUH KATA-KATA"
Sekarang tak ada lagi yg perlu kujelaskan dengan kata-kataku.
Buat apa ??
Kau tidak akan mengerti kata-kataku.
Kau terlalu bodoh, terlalu egois untuk memahami kata-kataku.
Kini cukup aku dan kata-kataku yg tahu.
Mungkin kau akan memahami kata-kataku ini setelah kata-kata ini hilang dari pandanganku.
Jambi,13januari2011
23.31WIB
"aku tidak butuh kata-kata kamu,tapi aku butuh bukti".
Saat kau mengatakan itu tidakkah kau sadar bahwa kata-kataku bukan cuma sekedar kata-kata. Kata-kata ini adalah kata-kata tulus dari ku. Tapi entahlah,apa kau terlalu sering mendengar kata-kata omong kosong dari mereka atau bahkan kau yg mengeluarkan kata-kata omong kosong dari mulutmu.
Sebodoh itukah kau mengartikan kata-kataku itu?
Taukah kamu bagaimana penyair ataupun pujangga mengungkapkan yg mereka rasakan dengan kata-kata.
Aku berusaha melakukan apa yg menjadi kata-kataku, namun kau tidak pernah dapat memahami usaha dari kata-kataku itu. Ku coba merangkai kata demi kata menjadi kata-kata yg pantas untuk kau dengar,meskipun tidakkah kau tau saat itu akupun terpuruk. Kata-kataku mungkin kau anggap angin lalu hilang. Tapi aku terus meyakinkanmu bahwa kata-kataku bukan sekedar kata-kata biasa.
Dengarkan aku !
Kata-kataku bukan hanya kata-kata sesaat. Apa kau mendengarnya?
Aku rasa kau mendengarnya. Tapi tetap saja kau menganggap kata-kataku sama. Dengan kata-kataku aku mencoba tenangkanmu,sadarkanmu bahwa tidak semuanya diartikan dalam bentuk bukti.
Mungkin kau terlalu bosan mendengar kata-kataku. Aku bukan berkelit atau mencari seribu alasan dengan kata-kata yg aku ucapkan. Hanya saja kau tidak mengerti maksudku.
Sekali lagi harus aku katakan kau terlalu bodoh mengartikan kata-kataku !.
Kembali lagi aku yakinkan padamu kata-kataku bukan sekedar kata-kata,kali ini mataku ikut berbicara untuk meyakinkan kata-kataku. Tapi semua tetap tidak cukup, kau masih egois dengan kata-katamu.
"AKU TIDAK BUTUH KATA-KATA"
Sekarang tak ada lagi yg perlu kujelaskan dengan kata-kataku.
Buat apa ??
Kau tidak akan mengerti kata-kataku.
Kau terlalu bodoh, terlalu egois untuk memahami kata-kataku.
Kini cukup aku dan kata-kataku yg tahu.
Mungkin kau akan memahami kata-kataku ini setelah kata-kata ini hilang dari pandanganku.
Jambi,13januari2011
23.31WIB
Langganan:
Postingan (Atom)