"hahahaha, apa yg kau lakukan itu terlalu tolol"
"tolol katamu? Bagian mana yg bisa kau sebut tolol"
"hahahaha, aku tidak bisa berhenti tertawa, itu benar-benar tolol"
"Ini bukan lelucon yg bisa kau tertawakan atau apalah itu yg kau sebut tolol"
"kau marah?hahaha"
"marah? Kenapa marah? Berhentilah tertawa"
"itu kau marah, kau tidak merasakannya?"
"ku pikir tidak ada yg perlu ku rasakan"
"yah, terasa tolol kau melakukannya. Buat apa?"
"terasa tolol? Buat apa? Hey, Apa itu sebuah pernyataan dan pertanyaan?"
"kau tidak mau menjawabnya? Ya sudahlah"
"ku rasa itu hal yg tak perlu kujawab, bukankah kau sendiri mengerti"
"ya aku mengerti kau begitu tolol, hahaha"
"sudah ku bilang ini bukan lelucon yg bisa kau jadikan bahan tertawaan!"
"lalu?"
"aku hanya ingin dia mengerti dengan apa yg kulakukan dan yg kulakukan itu bukan lelucon"
"kalau bukan lelucon lalu apa?"
" hmmmm....."
"kenapa cuma hmmm, kau sendiri bingung bukan? Hahaha tolol"
"hey, tidak adakah kata lain selain tolol dan hahaha mu itu!"
"kau marah lagi? haha"
"aku tidak marah dan aku tidak tolol !"
"lalu apa ?"
"dan tidak kah ada kata lain selain lalu apa ?"
"hahahaha..."
"hmmm, aku cuma ingin tau apa yg jadi mauku lewat hal-hal tolol itu, tap..."
"tuhkan kau sendiri bilang yg kau lakukan itu hal-hal tolol, haha"
"itu karna hanya kata-kata tolol yg kudengar daritadi. Dan jangan memotong pembicaraanku lagi"
"ok baiklah tolol, ups hahaha. Tadi itu tap apa?"
"bukan tap, tapi tapi"
"hah? Tapi tapi? Apa?"
"maksudku tapi, ah aku akan benar-benar tolol berbicara denganmu"
"haha, ok tapi apa?"
"tapi aku tidak yakin apa dia mengerti maksudku"
"kau ragu dengannya?"
"aku tidak meragukannya, tapi ragu apa dia mengerti maksudku"
"yah itulah maksudku, haha. Kalau dia tidak tolol dia pasti mengerti"
"kalau dia tolol?"
"hahaha, kau juga ragu apa dia tolol atau tidak"
"hahahahahahaha, entahlah"
"haha, kau tertawa juga kan. Dan satu lagi, kalau dia tidak menganggap ini lelucon pasti dia mengerti"
"ini bukan lelucon!"
"iya aku tau, tapi kan itu katamu. Bagaimana dengan dia? Ya kan"
"hmm, iya kau benar"
"eh tu sms dihp mu"
"......."
"dasar tolol! siapa?"
"siapa yg tolol ?"
"kamu! Tolol karna sms"
"tolol kenapa?"
"tertawa cuma ngeliat sms, hahaha"
"aku tidak tertawa"
"lalu?"
"aku tersenyum"
"kenapa tersenyum? Dia sms apa?"
"karna kata dia kalau aku tersenyum aku makin cantik,haha. Dia sms apa biar aku, dia dan Tuhan yg tau"
"hahaha, jadi karna itu kau tersenyum?
" iya, kenapa?"
"haha, itu hanya rayuannya saat kau merajuk bukan? Aku pasti tidak salah tebak"
"sok tau kamu, huuh"
"lalu ?"
"lalu apa lagi ?"
"itu lelucon yg kau lakukan"
"sudah kubilang itu bukan lelucon!"
"iya bukan lelucon dan juga tidak tolol kan?"
"iya (sambil tersenyum)"
"jangan tersenyum lagi"
"kenapa?"
"karna kau terlihat tolol"
"aku tidak mengerti"
"apa yg tidak kau mengerti? Dia?"
"kata-kata tololmu!"
"haha, kenapa aku?"
"entahlah, apa aku memang tolol?"
"kau bertanya padaku?"
"menurutmu?"
"hahaha, sudahlah"
"dia diam"
"siapa yg diam?"
"dia"
"dia siapa?"
"helooow, ya dia yg daritadi kita bicarakan tolol! "
"hahaha, aku tolol ?"
"IYA, sekarang kau yg tolol"
"kenapa dia diam"
"terus kalo tidak diam?"
"ya melakukan hal tolol juga"
"seperti aku?"
"iya seperti kau yg tolol"
"haha, yg penting dia mengerti"
"mengerti katamu? Darimana kau tau? "
"aku tidak tolol jadi aku mengerti, haha"
"hahahahahahahaha, apa kau yakin?"
"tidak ada alasan untuk tidak yakin bukan?"
"ada"
"apa?"
"LELUCON DAN KETOLOLANMU, hahahaha"
"sudah aku katakan ini bukan lelucon dan aku tidak tolol"
"lalu?"
"lalu lalu dan lalu. Lalu apa lagi?"
"lalu kau hanya diam?"
"tidak ada yg perlu utarakan lagi bukan ?"
"tolol !"
"kenapa tolol lagi ?"
"tolol karna kau tidak pergi menjauh dari cermin ini dan berhenti berbicara denganku,hahahaha".
* hahahaha
terinspirasi karna ngeliat bayangan sendiri dicermin (efek bangun tidur langsung ngaca) juga lelucon 30sms masuk subuh-subuh
:p
jambi, 6 maret 2011
09.30WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar