Hiruk pikuk dilapangan begitu memekakkan telinga. Pertandingan futsal hari ini begitu riuh dengan suara sorak sorai penonton. Untunglah hari ini tidak begitu panas,segumpalan awan putih terus menerus berubah bentuk mengikuti tiupan angin.
Sudah beberapa hari kampus ku mengadakan pertandingan futsal antar kelas. Tentu saja aku ikut serta sebagai salah satu wakil dari kelasku. Aku bersyukur dianugrahi kaki yg beberapa pertandingan sebelumnya berhasil mencetak gol hingga mencapai babak final ini.
30 menit lagi aku akan bertanding, dan aku berjanji akan membawa piala kemenangan buatnya. Ya, buat gadis manis diseberang lapangan yg selalu setia memperhatikan gerak kakiku mengocek bola. Yang selama 2 tahun ini menghiasi hari-hariku. Dari sini aku dapat melihat betapa manisnya dia dengan dress hitam yg dia kenakan. Kenapa hitam? Warna yg tidak disukainya, warna yg dia bilang tidak ada kehidupan setiap aku memakai baju hitam kesayanganku.
"SELANJUTNYA PERTANDINGAN ANTARA TIM bla bla bla bla" suara dari panitia tidak begitu terdengar akibat berisiknya suara suporter. Aku tau timku yg akan bermain. Teman-temanku sedang menyiapkan diri mereka. Tali sepatu yg diikat sekencang-kencangnya, serta pemanasan kecil ditempat. Satu persatu mereka memasuki lapangan.
Hey, tunggu!
Bagaimana dengan aku?
*
Tiupan peluit dari wasit menandakan pertandingan dimulai. Hiruk pikuk kembali terdengar. Suara-suara dari masing suporter terus saling bersaut-sautan. Tapi tidak dengan gadis itu, yg hanya menunduk sedih, bahkan sekarang dia melangkah pergi meninggalkan lapangan dengan lambaian dress hitamnya. Apa kau tidak menyadari kehadiranku sayang ?
**
Aku ingin mengocek bola itu. Aku ingin membobol gawang lawan. Dan aku ingin mendengar suara gadis diseberang lapangan meneriakkan namaku.
Ah,tentu aku yg akan bermain hari ini kalau saja 3 hari yg lalu truk sialan itu tidak menabrak motorku.
Hingga aku tidak akan MATI sekonyol ini.
ah !
(jambi, 18 januari 2011)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar