Disudut telah tersender koper biru besar milik ku. Aku masih memperhatikannya yang dari tadi mencoba satu persatu baju dilemari pakaian itu. Sejak 1 jam tadi tengah sibuk menyiapkan diri dikosan kami untuk kencan malam ini bersama pacarnya. Ada suatu perasaan aneh setiap aku melihat kebersamaan mereka. Perasaan cemburu yng kurasa tak pantas.
“Kamu ngelamunin apaan?” suara lembutnya menyadarkanku.
“Gimana? Apa aku terlihat cantik, dia akan menjemputku pukul 19.30?”.
“Kamu begitu cantik dengan terusan merahmu”, jawabku. Senyumnya yang tipis merekah saat itu.
“Hmmm… apakah kau akan tetap pindah dari sini? Tidakkah kau mau menemani sahabatmu ini, setidaknya 1 atau 2 bulan lagi”. Belasan dari wajah itu, oh Tuhan.
“Ya malam ini aku akan pindah setalah kau pergi bersamanya”,”sebelum itu apakah kau punya waktu untuk minum teh hangat kesukaan kita sebelum kau pergi? Aku telah siapkan semuanya diatas meja”, anggukan darinya cukup menjawab tanyaku.
19.18
“Aku punya waktu 12 menit lagi untuk kebersamaan terakhir kita”, sambil menarik tanganku menuju meja dimana kupersiapkan tah hangat kesukaan kami. Dua cangkiir teh hangat diantara kita. Dua sendok gula untuk tahmu, dan satu sendok gula untukku, yah seperti biasanya.
Senyum darimu menambah kehangatan kita. Aku menyukai senyumnya, gelak tawanya bersamaku. Serta kebaikannya padaku setelah ku pergi dari ayahku yang kejam.
19.30
Kusesap teh terakhir dari cangkirku, begitu juga kamu.
“Nikmati tehnya pelan-pelan saja, karena ini teh terakhir kita” kataku padanya.
“Tidak. Aku akan sering mengunjungi kostsan barumu, tentu dengan teh hangat kita”, kau mencoba meyakinkanku.
Aku pastikan aku yang akan terus mengunjungi mu. Ku ambil sesuatu dari sakuku, tentunya ini hadiah untukmu sayang.
12 menit, 2 cangkir teh hangat, cairan merah pekat dari tubuhmu.
***
Tidakkah kau merasa begitu indahnya 12 menit terakhir kita.
Lihatlah!!
Wajah cantikmu diujung kakiku serta merah pekat dari bajumu.
Maaf aku mencintaimu.
(15 januari 2011)
Sabtu, 15 Januari 2011
12 MENIT DALAM 2 CANGKIR TEH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar