Minggu, 17 April 2011

MESSAGE? NOW? WHY?

     Oh... Sungguh penat rasanya otak ini untuk sekedar merangkai kata-kata seperti biasanya. Jari-jari yang tak elaknya menari-nari diatas tuts laptop kini terdiam sunyi. Tak ada hentakkan yang biasanya setia seperti musik mengiringi liriknya.

     Laptop didepanku masih tetap menyala. Dan sudah setengah jam aplikasi word tetap tampak putih. Tak ada satu katapun yang tertulis. Jangankan satu kata, satu huruf bahkan satu titik pun tak nampak disana.

     Sejak 30 menit yang lalu aku mengetik beberapa kata, kemudian delete, mengetik lagi dan ku delete lagi, begitu seterusnya. Tak ada yang sesuai, atau bisa dibilang otakku tidak sesuai dengan keadaan ini.


     Dengan tangan kanan memegang mouse yang sibuk meng-klik entah apa yg di klik. Sedangkan tangan kiri masih menumpu dagu yang tak ingin beranjak dari tumpuannya.

     Aku hanya termenung menatap jauh ke layar putih didepanku. Tatapan yang tak berujung.

     Tidak, awalnya tidak begini. Hingga 30 menit yang lalu aku masih baik-baik saja. Masih lancar mengedit beberapa tulisan untuk diterbitkan diminggu depan. Dan masih tersenyum geli membaca cerpen gokil kiriman pembaca yang sudah selesai ku ketik.

     Tapi tidak saat ini. Tidak untuk menulis cerpen yang jadi bagian ku setiap minggunya. Entah karena aku tak punya ide dengan tema kali ini, atau karena pesan yang masuk keponsel ku setengah jam yang lalu itu. Pesan dari nomor yang tak ku kenal.

    Ya, semua itu sebelum 1 pesan masuk keponselku. Pesan singkat yg memutar balikkan ku ke masa itu.

    Masa dimana seseorang memberi perhatian penuhnya untuk ku.
    Masa dimana seseorang menjadi suporter setia disaat aku terpuruk.
    Dan masa yang membuat sampai saat ini tak ada satupun kata sayang di inbox ponsel milik ku.

    Terlalu miris memang. Tapi itu lah kenyataannya.

    Aku lebih suka berkutat dengan laptopku dan juga meja kerja yg penuh dengan tumpukan kertas yang tak akan pernah habis. Atau juga mengejar objek-objek cerpen ku diluar sana.


    Tapi hatiku tak bisa diam dan terus memberontak. Mengulang kata-kata itu. Temukan yang lebih baik dari dia. Temukan yang lebih baik dari dia. Temukan yang lebih baik dari dia.

Tapi tidak, tidak untuk saat ini.


      Aku membaca pesan itu, tak ada kata sayang tentunya. Tapi cukup membuat cuaca yang terik ini seketika mendatangkan hujan. Hujan bergemuruh yang siap menghantamku. Pesan yang diakhiri namanya.

      Pesan yang cukup stantar untuk orang yang sudah lama tak bertemu memang. Pesan dengan beberapa kata basa basi yang sudah ku hapal diluar kepala.


Ah sudah lah !
Ku abaikan pesan itu. Segan sekali untuk membalasnya.

     Pesan yang entah kenapa membuat hati ini miris. Aku lupa kapan dulu aku merasakan ini. Dan pasti sudah cukup lama, hingga aku pun lupa.
    Jam dinding menunjukkan pukul 3 sore. Ku pikir lebih baik aku mencari udara segar diluar sana sambil menunggu seruan-Nya sore ini.
    Aku mematikan laptop, memasukkan ke dalam tas yang akan kubawa. Dan segera beranjak dari tempatku menuju lift kelantai dasar.
    Ponsel ku berbunyi lagi. Tertera 1 pesan yang masuk. Pesan dari nomor yang sama. Nomor tidak ku kenal itu.

   Dengan kalimat yang cukup membuatku miris.


>>
Mabel, kamu apa kabar?
kenapa sms aku sebelumnya nggak kamu balas? Apa kamu masih marah dengan aku.
Oh, ayolah Mabel, itu sudah beberapa tahun yg lalu.
Aku ingin menjelaskan sesuatu. Aku ingin bertemu kamu. Karna aku masih sayang kamu.

Sender :
+6285664282220

received :
15:05:06
17-04-2011
>>

>>
to : +6285664282220

aku baik. dan aku harap kamu juga baik-baik aja.
aku sudah maafin kamu, tapi maaf aku tidak ingin bertemu denganmu.
Aku harap kamu mengerti. Aku bukan Mabel yg beberapa tahun lalu. Kenapa baru sekarang? Setelah beberapa tahun tak ada komunikasi diantara kita.
>>
ku tekan send

Aku mendengus lega, memberanikan diri mengetik kalimat-kalimat itu setelah berpikir berulang-ulang.

Didalam lift aku hanya bisa tersenyum geli mengingat kata-kata terakhir dari pesannya tadi.

Oh ayo lah, aku bukan wanita yang mudah terbuai oleh hakikat cinta yang kau salah artikan.


Jambi, 17 april 2011
00.15 WIB

Cici wuni

Tidak ada komentar: