Selasa, 13 Maret 2012

behind " pelangi di pelataran Yogyakarta"

Hmmmm

Seharusnya ini udah selesai satu bulan yang lalu. Tapi berhubung rutinitas kuliah dan UTS sudah didepan mata terpaksa lembaran-lembaran ide pun dikumpulin dulu, mulai dari fasilitas hp yang bisa nyimpen catatan sampe lembaran tissue bekas keringat jadi sasaran tempat nuang ide yang lewat.  Hasil dari ide-ide udah jadi 10 lembar, Alhamdulillah :)

Ide awal penulisan ini dari status yang pernah saya buat di FACEBOOK beberapa waktu lalu “Aku selalu bisa melihat pelangi dari Setoples pelangi pemberianmu :)"

Latar belakangnya saya sengaja mengangkat kota Yogyakarta. Sesuai judul yang sudah saya gembar-gemborkan ini tentang “Pelangi di Pelataran Yogyakarta”. Emang nggak bisa jauh-jauh dari hujan dan pelangi :)

Tema yang diusung kali ini masih bisa tercium pelangi-pelanginya juga, lengkap dengan hujan atau seperti yang pernah saya katakan ditulisan sebelumnya kalau gerimis romantis. Kayanya nggak lengkap kalau kedua komponen itu nggak ada. Buat saya pelangi dan hujan itu punya chemistery buat berhubungan :)

Balik lagi ketulisan yang belum rampung-rampung ini, saya cukup bingung mau endingnya gimana. Klimaksnya aja belum dapet. Niat awalnya begini tapi ketika ide lain muncul si tangan dengan cepat pula mem- backspace secepat mungkin. Kalau ditanya soal konsep ?(kayak mau nulis buku aja ^^). Jelas saya sudah punya konsep dari pembukaan, isi, masalah, dan ending dari pemecahan masalah. Tapi yaa  itu tadi, ide itu seperti hati yang setiap saat bisa berubah, seperti pelangi yang adakalanya memudar, seperti hujan pula yang nggak bisa dikendalikan intensitasnya. Selalu berubah-ubah. Tergantung perasaan.

Pelangi di Pelataran Yogyakarta  itu Pelangi yang pernah mempersatukan rasa Sila, serta tentang cinta lama yang dipertemukan  karena kecintaan mereka dengan sastra. Dimana hanya kata-perkata yang dapat mengungkap semua perasaan antara Sila dan seseorang dimasa lalunya. Ketika hujan yang rasakan itu sama, ketika pelangi yang terlihat itu sama tapi tidak dengan waktu dan tidak pula dengan cinta. Apa yang dapat diperbuat ketika waktu tak memihak?? #sedikitdidramatisir

Berharap bisa cepat saya selesaiin tulisannya, soalnya saya sendiri penasaran sama endingnya :)

Good luck :)

Tidak ada komentar: